30
Dec
11

XLalu Kukenang….

Xlalu Kukenang……….

Kisah ini merupakan “kenyataan” yang sedikit “dibumbui” dengan “rekayasa”, tanpa merubah makna…
Kisah ini diawali ketika aku mengenalnya di Candi Borobudur. Pada saat aku sedang asyik menelfon teman yang ada di kampung ingin memberitahukan kepada mereka tentang keajaiban yang ada di Candi Borobudur dengan pemandangan indah disekitarnya, Gadis itu (sebut saja “Cantik” dan temannya lagi berfose disampingku. Pada saat fotonya telah jadi, betapa kagetnya kedua gadis itu karena ternyata diriku masuk dalam foto mereka… Melihat kenyataan itu, Cantik akhirnya menegurku…. “Cowok, mau lihat fotonya ya?” Mendengar pertanyaan itu, aku kaget dan tidak mengerti… “Maaf cewek, foto saya? koq bisa?” tanyaku… Gadis itupun menjawab… “Iya, foto kamu, tanpa sengaja terambil pada saat kami berfose?”.. “Boleh saya lihat?” pintaku sambil mengulurkan tanganku… “Silahkan” jawabnya dengan senyuman…

Singkat cerita, ternyata dari percakapan pembuka itu, akhirnya berlanjut kepada saling kenal dan saling tukar nomor HP antara diriku dengan si cantik.

Walaupun si Cantik berada di Kota yang berbeda, karena si cantik memiliki kartu XL 0878xxxxxxxx yang sama dengan kartu XL ku maka hubungan kami tetap berlanjut, tidak hanya sms-an dan teleponan, tapi juga sampai chating dan saling mengirimkan foto-foto terbaru. melalui media internet.. Di suatu hari, karena dosenku yang terkenal “kejam dan tidak bersahabat” tidak masuk ngajar karena sedang mengikuti seminar Internasional di negara tetangga. Disaat bersamaan, ternyata si cantik juga ndak lagi ngampus dan cuman nyantai di kos-kosannya, untuk mengisi waktu dan karena rindu, kamipun telefon-telfonan. Saking serunya percakapan kami, tanpa kusadari aku sudah berada di sisi lapangan basket, menyendiri dibawah pohon yang lumayan rindang di depan kampusku.

Hubungan kami pun semakin erat, malah telah berujung pada sebuah komitmen ke arah yang lebih serius. MENIKAH… Enak coy….

Bermodalkan komitmen itu dan didukung dengan persetujuan kedua orang tua dan seluruh keluarga besar kami. akhirnya kamipun memutuskan tanggal 14 Februari 20xx sebagai hari bersejarah bagi kami. Pada hari itu aku menyatakan diri bersedia menjadi suami, menafkahi dan menjadi imam bagi si Cantik. Di suatu pagi, setelah kami menjalankan hak dan kewajiban kami sebagai suami istri, kami berdua pergi berbelanja di pasar di Wilayah Ujung Tanah.  Satu pemandangan yang membuat kami takjub adalah adanya komitmen masyarakat sekitar daerah itu yang mendukung gerakan Makassar bersih. Namun, dibalik itu yang membuat kami lebih terkesan adalah karena adanya logo XL di daerah tersebut, langsung saja pada saat itu kami teringat XL yang ternyata tidak hanya dapat menyatukan kami, tetapi juga dapat menyatakan masyarakat kecamatan Ujung Tanah untuk sama-sama mendukung program Pemerintah, yaitu Gerakan Makassar Bersih. Sejak itu, kami makin yakin bahwa pilihan kami kepada XL tidak pernah salah, malah dengan menggunakan XL, kami menganggap bahwa telah ikut andil dalam upaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Sejak saat itu, keberadaan Xl tidak pernah lepas dari keseharian kami. Kalau sebagian pihak, menganggap kehadiran pihak ketiga akan merusak keharmonisan keluarga, bagi kami hal itu tidak berlaku. Malahan kehadiran XL di tengah-tengah kami menjadi pihak yang lebih mempersatukan dan menambah keromantisan hubungan kami. Setelah 2 tahun menjalani suka duka kehidupan berumah tangga, keluarga kami (aku, istriku dan XL) diberikan anggota keluarga baru, kami dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik dan manis.. Namanya Chacha.. Kehadiran anak chacha membuat kami bertambah bahagia, terutama bagi diriku. Setelah lelah menghadapi pekerjaan yang seakan-akan tidak ada habisnya, ketika melihat/mendengar suaranya seja, kelelahan itu langsung hilang tak berbekas. Hal ini juga terjadi jika aku sedang bertugas di luar kota, dengan keberadaan XL, hubungan kami tidak pernah putus walau sedetik pun, aku selalu berkesempatan mendengar ataupun melihat aktivitas keseharian istri dan anakku di rumah, bagaikan kata-kata bijak, Jauh di Mata, Dekat Dihati.

Kini, anak kami telah berusia 4 tahun. Chacha telah pandai memanfaatkan HP, walaupun hanya untuk bermain game, foto dan menelfon ayahnya. Sampai-sampai chacha tidak pernah mau kalah dengan Ayah, Ibu, Om dan Tantenya dalam menggunakan HP. Malahan pada permainan game tertentu, terasa dirinya lebih mahir memainkan game tersebut daripada kami, yang notabene lebih duluan mengenal HP darinya. Melihat realitas ini, kami hanya berharap kelak suatu saat nanti, chacah dapat memanfaatkan HP semata-mata untuk kebaikan dirinya dan keluarga kami, sehingga kami berharap operator dapat senantiasa memberikan edukasi kepada pelanggan dan masyarakat tentang manfaat positif yang semestinya didapatkan dari penggunaan HP dan media teknologi informasi dan komunikasi lainnya…..

Inilah momen-momen indah yang akan XLalu kukenang sepanjang masa…


0 Responses to “XLalu Kukenang….”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2011
M T W T F S S
« Oct   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d bloggers like this: